Showing posts with label Subject Automotive. Show all posts
Showing posts with label Subject Automotive. Show all posts

Thursday, March 29, 2012

Diagram Katup Mesin 4 Langkah

Sebuah siklus motor bakar pada prinsipnya adalah sebuah perubahan energi yang di ciptakan dari proses pembakaran dalam sebuah ruang tertutup dengan unsur penunjang yang efektif sehingga punya energi kuat untuk menghasilkan daya/output yang kontinue sebagai sumber tenaga baru. Idealnya bagaimana siklus tersebut dapat menjadikan sebuah design engine menjadi sumber yang selalu optimal saat dibutuhkan. Pola penanganan siklus inilah yang menjadikan bukti nyata tenaga yang dibangkitkan, walaupun terlepas dari bahan baku dari komponen-komponen pelakunya. Akurasi design engine akan menjadikan performa kendaraan siap dalam setiap medan dan kondisi. Jawabannya adalah kesinambungan kerja dari komponen penunjang proses pembakaran tersebut di tinjau dari bahan bakar dan tekanan kompresi mesin tersebut.

Adalah sebuah diagram katup mesin empat langkah sebagai bagian pelaku dari sebuah siklus yang terjadi. Kesinambungan kerja ini wujud dari upaya pemenuhan aturan energi dalam pemanfaatannya. Siklus ini terjadi pada ruang bakar dalam 4 kali stroke/langkah piston yaitu intake (pemasukan) campuran/mixture bahan bakar dan udara, compression (kompresi) yang berupaya menaikkan tekanan dan suhu mixture, combustion (usaha) yaitu pemberian api/percikan bunga api listrik bertegangan tinggi (DC-volt) sehingga terjadi ledakan dari mixture, exhaust (pembuangan) sisa hasil pembakaran mixture. 

intake
compression
 

exhaust
combustion
Gerakan langkah piston terjadi selaras dengan pengaturan mekanisme kerja dari katup sebagai komponen penunjang siklus.  Sementara induk putaran poros engkol (crankshaft) berupaya menyeimbangan mekanisme kerja katup dengan mengatur durasi putaran camshaft (poros nok) yang memutarkan katup. Gerakan awal kendaraan melalui motor starter menstimulus kontinuitas siklus dalam design engine tersebut. Sehingga saat adanya gerak mula berlanjutlah dalam gerak putaran sebuah motor bakar selama masih adanya bahan bakar, udara dan api tentunya.

Pada diagram ditunjukkan bahwa stroke tersebut memutarkan poros engkol dan poros cam dan melaksanakan durasi berputarnya nok menekan katup. Intinya terbagi dalam dua posisi. Posisi Titik Mati Atas (TMA) dan Titik Mati Bawah (TMB) yaitu batas dimana naik dan turunnya piston bergerak, atas pada (0,180 dan 360) derajat dan bawah pada (90, 270) derajat putaran poros engkol maupun poros nok. 
Hal yang perlu digarisbawahi adalah :
1. Putaran crankshaft dan camshaft
2. Tonjolan cam (nok)
Putaran crankshaft dan camshaft haruslah selalu sama dalam derajat putarnya, apabila bergeser jelas akan mengalami perubahan siklus pembakaran dalam ruang bakar dengan terhambatnya membuka dan menutupnya katup baik IN maupun EX. Sedangkan tonjolan nok akan mempengaruhi juga membuka dan menutupnya katup. Sementara persepsi seorang teknisi berawal dari penyetelan katup padahal aturan penyetelan katup untuk menjaga kedudukan katup dalam batasan muai dan bunyi berisik. Bedanya terletak pada aturan manual atau otomatisnya pengaturan katup untuk upaya stabilitas derajat dengan aturan injeksi bahan bakar.

by Chie Zhoen

Saturday, June 25, 2011

Overhaul Engine {2 of 2}

Pada kesempatan lalu sudah di lihat gambaran engine dan kelengkapannya. Banyak atau sedikit pemahaman yang kita peroleh akan memberi masukan untuk pengamatan terhadap kendaraan itu sendiri. Sudah peduli atau belum terhadap pengganti kaki kita dalam beraktivitas dan tergantung kemauan pribadi masing-masing menanggapinya. Suka bermogok ria atau suka minum kopi di pinggir jalan sambil melihat kepulan asap pada mobil anda, semua terserah anda tentunya. Sungguh nikmat apabila kita mengendarai kendaraan tanpa terjadi problem yang berarti karena performa kendaraan yang selalu prima, disebabkan kepedulian terhadap pemeliharaan dan servive yang terjaga dengan baik. Mau dipacu kencang boleh, ataupun mau santai tidak masalah. Mau mengejar waktu dengan sangat mudahnya.

Di sini dapat di paparkan tentang overhaul yang sesungguhnya, setelah terlebih dahulu pada kesempatan lalu sudah dipahami tentang engine dan kelengkapannya. Engine pada kendaraan/mobil adalah sebuah tenaga penggerak yang ditempatkan dalam bodi/chasis sesuai mekanisme penggerak yang dikeluarkan. Ada mobil dengan mesin depan penggerak belakang (FR=Front Engine Rear Drive) yang pada umumnya berjalan di jalan raya. Ada pula jenis FF, RR dan 4WD, baik pemakaian di jalan umum ataupun untuk off road/balapan. Nah yang di maksud dengan overhaul di sini adalah sebuah pemeriksaan secara total engine yang terpisah dari mekanisme chasis dan sistem pemindah tenaga (powertrains), yaitu engine sebagai penggerak tenaga/putaran dilepas dalam kondisi terpisah dari mekanisme penerus tenaganya.

Prosedur pelaksanaan overhaul pada engine/mesin :
1. Persiapan alat dan kendaraan
2. Pelepasan mesin pada kendaraan dan pembongkaran komponen
3. Pemeriksaan dan penggantian komponen, meliputi :
    a. Pemeriksaan kepala silinder
    b. Pemeriksaan mekanisme komponen kepala silinder, yaitu :
        - penggerak katup dan komponen-komponennya
        - katup
        - pemeliharaan dan perbaikan dudukan katup
    c. Pemeriksaan silinder
        - piston dan komponennya
        - conecting rod dan komponennya
        - crankshaft dan komponennya
        - camshaft dan komponennya
   d. Pemeriksaan bak engkol
       - bak engkol dan komponennya
       - filter oli dan komponennya
   e. Pemeriksaan/penggantian perapat/perpak
4. Perakitan kembali mesin dan pemasangan kembali pada kendaraan
5. Finishing

Hal tersebut di atas adalah upaya pemulihan kembali performa dari engine setelah mengalami penat dan lelah dalam aktivitas menggerakkan mekanisme penggerak, bodi dan penumpang yang telah melalui perjalanan selama puluhan ribu kilometer. Atau kita bisa meninjau ulang bagaimana seharusnya waktu yang harus dipenuhi sesuai SOP yang ada. Atau usia kendaraan dari baru ataupun kendaraan second yang baru di beli dari seseorang oleh kita. Semua tergantung kesiapan kita dalam melakukan overhaul yaitu dana dan waktunya. Tetapi yang lebih penting lagi adalah ketepatan dalam mengupayakan secepatnya untuk overhaul sesuai kondisi terakhir mesin.

Bisa di amati dalam video prosedur overhaul yang dilakukan oleh teknisi dalam bentuk media pembelajaran anak SMK dengan acuan dasar yang sederhana namun bisa memberi masukan bagaimana langkah overhaul yang sesungguhnya.


sumber terkait
by Crowja Garichu

Wednesday, June 22, 2011

Overhaul Engine {1 of 2}

Bagian yang terpenting dari kepemilikan kendaraan adalah pola asuh kendaraan itu sendiri. Karakter kendaraan tidak akan jauh dari pemiliknya. Bagaimana sebuah kendaraan adalah cerminan dari yang punya. Entah di sadari ataupun tidak di sengaja, karena berbagai faktor kesibukan yang padat, kurang ada waktu luang, cuek dan lainnya yang membuat setiap dari pemilik kendaraan hanya mengendarai kendaraan tanpa peduli terhadap kondisi kendaraan. Dan tidak menutup kemungkinan pemilik kendaraan yang lebih besar taraf angkutan. Sehingga faktor keselamatan dalam berkendaraan menjadi taruhannya. Ujung dan pangkal dari keadaan ini adalah sebuah keadaan yang membuat pemakai kendaraan di jalan lainnya menjadi terhambat karena faktor yang merugikan misalnya rem blong, lampu mati, polusi dan sebagainya.

Dalam aturan kepemilikan kendaraan terutama bagi kendaraan yang di beli dalam kondisi baru. Setiap pembeli diberikan aturan-aturan dasar dari pemeriksaan, perawatan dan perbaikan kendaraan. Manual book atau petunjuk dari dealer penjual yang sudah baku. Petunjuk tersebut adalah untuk kelangsungan usia dan kondisi supaya kendaraan dalam status selalu prima saat jalan di jalan raya dengan berbagai kondisi.  Untuk setiap kendaraan di kenakan aturan perawatan secara berkala supaya kondisi-kondisi komponen yang sudah melewati batas tertentu selalu di awasi supaya tidak menyebabkan kerusakan yang semakin berkembang meluas. Lebih sederhananya adalah penggantian rutin oli sebagai pelumas mesin yang selalu bergerak. Yang lebih detailnya adalah waktu atau saat yang tepat untuk melakukan perbaikan ringan dan perbaikan berat.

Pemeriksaan, perawatan dan perbaikan adalah faktor penentu usia kendaraan anda supaya performanya tetap terjaga dalam kurun waktu pemakaian. Sehingga apabila pemilik kendaraan ingin mengganti kendaraan dengan yang lainnya purna jualnya tidak akan mengalami kerugian yang fatal.
Harga sebuah mobil baru di dapat 150 jt. Selang satu tahun muncul kembali jenis atau merk yang sama dalam generasi selanjutnya, sehingga daya purna jual akan menurun menjadi 120 jt. Inilah faktor yang tidak bisa ditolak dalam kepemilikan sebuah kendaraan. Namun apabila si pemilik kendaraan mempunyai karakter yang bagus, dia akan berfikir segi keamanan dalam daya purna jual, yaitu dia akan selalu merawat kendaraan dengan baik, tidak asal tancap gas, mengabaikan service berkala dan menggunakan suku cadang yang tidak berkualitas. Dia akan memperlakukan kendaraannya dengan baik, supaya bisa meningkatkan kendaraan baru yang di sukai lebih efisien dalam kenaikan harganya.
Pada artikel yang lalu sudah diterangkan tentang perawatan berkala (tune up) dengan lengkap. Tune up yang baik adalah ketepatan dan keseriusan pemilik kendaraan terhadap kondisi fisik kendaraan yang di pakai. Sebaik apakah tune up?, sebaik dan seberapa kenalkah anda kendaraan sendiri di banding dengan tukang servicenya. Apabila pemakaian terlalu terforsir sudah selayaknya kapan kendaraan akan masuk bengkel. Apabila pemakaian sedang dan tidak payah kapan pula si pemilik akan membawa tunggangannya masuk bengkel. Itulah delay yang tepat dalam aturan perawatan sebuah kendaraan. Nah, pada kurun waktu yang telah ditentukan hendaknya sebuah kendaraan akan mengalami titik kritis engine dan komponen. Dalam kondisi ini, kendaraan memerlukan sebuah koreksi/pemeriksaan yang cukup detail yang disebut overhaul. Apakah kondisi ini yang ditunggu untuk sebuah mobil baru usia 5 tahun? Andalah yang tahu jawabannya.

Sering dijumpai di jalan raya bahwa kendaraan akan mengalami loyo alias kurang tajam dalam tarikan karena faktor berubahnya kemampuan komponen-komponen yang bergerak karena faktor pemakaian. Saat ini adalah kondisi yang tepat dilakukan pemeriksaan total terutama pada bagian sumber energi pembakaran yaitu ruang bakar dan kelengkapannya. Overhaul adalah solusi yang tepat untuk mengembalikan performa kendaraan. Bawalah kendaraan anda pada tukang service baik dealer resmi maupun bengkel yang sudah anda percayai. Solusikan atau komplainkan kondisi terakhir kendaraan anda dengan tepat. 

Pemahaman tentang engine dan kelengkapannya dapat di lihat pada file disini, tentang bentuk 3 dimensi engine dan detail penerapan/pemasangan komponen-komponennya dapat di amati dalam video dibawah ini :


sumber terkait
by Crowja Garichu

Friday, June 10, 2011

CAMSHAFT AND VALVE

Engine adalah design yang memungkinkan sebuah kesatuan akan terjadi secara kontinue dan menjadi keterkaitan tenaga yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain pada tiap komponen pendukungnya. Artinya bahwa engine tidak akan menghasilkan performa yang sesuai dengan spesifikasi yang di tawarkan apabila setiap dari komponennya akan berjalan sendiri-sendiri. Motor bakar atau motor pembakaran dalam muncul oleh adanya rumus siklus pembakaran dalam sebuah ruang tertutup yang terbuat dari bahan tertentu. Siklus yang akan yang berujung pada type motor yang dihasilkan. Type motor yang ditawarkan di sini adalah type motor 4 takt. Dengan sebuah pendukung mekanisme penggerak untuk proses pemasukkan dan pembuangan bahan bakar dan sisa hasil pembakaran bahan bakarnya.

Siklus ini terjadi oleh adanya perubahan gerak translasi piston yang dirubah menjadi gerak putar poros engkol atau energi panas dari pembakaran dalam ruang bakar dirubah menjadi gerak putar poros engkol. Gerakan naik dan turun piston selama 4 kali ini akan menghasilkan 2 kali putaran poros engkol/crank shaft. Nah, crankshaft ini adalah induk dari sebuah putaran engine, dimana dari sinilah semua gerakan akan tidak percuma dan digunakan untuk menggerakkan komponen yang lain untuk menggerakkan sistem penggerak/kelengkapan engine supaya berkesinambungan. Hal inilah yang menyebabkan performa engine akan tetap terjaga.

Dari crankshaft gerakkan putar akan diteruskan ke camshaft melalui mekanisme penggerak yang berbeda-beda pada setiap engine yang ada. Idealnya adalah poros cam/poros nok/camshaft merupakan dasar dimana untuk mengatur kerja dari katup/valve. Example pada engine bensin 4 takt terdapat 4 langkah piston dengan aturan yang jelas yaitu langkah isap (intake stroke), dimana bensin dan udara dihisap ke ruang bakar saat piston bergerak dari TDC ke BDC dimana posisi katup IN membuka, langkah kompresi (compression stroke) dimana posisi piston bergerak dari BDC ke TDC semua katup tertutup bensin dan udara dimampatkan supaya menghasilkan daya kompresi tinggi, langkah usaha (combustion stroke) dimana saat akhir langkah kompresi sebelum TDC campuran bensin dan udara di bakar dengan bunga api listrik busi sehingga piston terdorong dari TDC ke BDC, langkah buang (exhaust stroke) dimana sisa pembakaran di buang/di dorong piston dari BDC ke TDC katup EX membuka.

Naik turunnya katup atau kerja katup digerakkan oleh mekanisme katup yang sumbernya dari poros cam, sehingga tolak ukur membuka dan menutupnya katup/valve dipengaruhi oleh porosnya, apabila porosnya baik/belum aus maka membuka dan menutupnya katup akan berjalan sesuai spesifikasinya walaupun penyetelan katup kurang baik. Tetap akan membuka dan menutup katup sesuai tonjolan/nok dari porosnya. Tergantung menggunakan batang penumbuk (conecting rod) atau tanpa batang penumbuk katup/langsung. Juga akan berbeda saat mekanisme penggerak katup berbeda pula, dimana ada 3 (tiga) mekanisme penggerak yang digunakan pada umumnya yaitu mekanisme penggerak katup menggunakan rantai, mekanisme penggerak katup memakai roda gigi dan mekanisme penggerak katup menggunakan belt.

Di bawah ditunjukkan bagaimana kerja camshaft sebagai sumber putaran mekanisme penggerak katup dan katup itu sendiri.


sumber terkait
by Crowja Garichu

Monday, June 6, 2011

Perawatan Baterai

Sistem pengapian (ignition system) pada engine akan berjalan baik dan optimal apabila sumber tegangan yang tersedia cukup baik dan tidak mengalami banyak losses tegangan dalam pengiriman dari sumbernya. Demikian juga dengan sistem pingisian (charging system) akan mengalami kendala apabila tegangan yang dimasukkan terhambat oleh adanya losses pada komponen yang menuju sumber tegangan pada sambungan kabel dan terminal. Tegangan yang keluar dan masuk ke sumber tegangan haruslah sesuai dengan jumlah dan kapasitas dalam satuan tegangan yang di ijinkan sesuai dengan kondisi kerjanya. Hal ini akan jauh berpengaruh apabila sebuah kendaraan menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI). Hal serupa juga akan di alami saat pengemudi akan menjalankan kendaraan awal mula yaitu pada sistem starter (starting system) akan mengalami sebuah perjalanan panjang dari mogoknya kendaraan karena lenyapnya tegangan.

Komponen ini bernama aki atau baterai mobil. Banyak masalah yang sering terjadi dengan komponen ini. Apabila komponen ini mengalami kerusakan jelas akan mengurangi performa dari mobil atau kendaraan. Tak jarang pula konsumen pemilik kendaraan kurang melihat berbagai faktor kendala kerusakan mobil yang bersumber dari lemahnya tengangan baterai. Sering permasalahan ini terus berlanjut apabila setiap hal yang berhubungan dengan arus selalu kurang diperhatikan. Contohnya adanya kabel lecet kurang diperhatikan akhirnya terjadi konsleting atau hubung singkat. Adanya kotoran pada sambungan kabel kurang di perhatikan akhirnya kurangnya arus pengisian. Kurangnya memperhatikan batas volume elektrolit baterai, sehingga baterai mengalami losses komponen dengan udara luar sehingga tidak bisa menyimpan arus lama. Dan berbagai macam kondisi yang akhirnya berujung dengan performa baterai yang loyo.

Fungsi baterai
Saat mesin mati, sebagai tegangan untuk menghidupkan accesories, penerangan dll
Saat starter, untuk menghidupkan sistem starter
Saat mesin hidup, sebagai stabiliser suplay listrik pada kendaraan, dimana pada saat hidup energi listrik bersumber dari alternator.

Saat service/tune up setiap dari teknisi akan memperhatikan sebuah kelengkapan performa kendaraan supaya bisa mengembalikan tenaga secara optimal. Namun saat service semua tergantung dari pemilik kendaraan apakah mereka komplain dengan kondisi terakhir mobil mereka sebelum di service. Semua kan kembali kepada bentuk perhatian pemilik terhadap mobil atau kendaraannya.
Untuk menjaga supaya kondisi tegangan baterai yang akan mengalir dan masuk ke baterai, maka perlulah dilakukan langkah sederhana yang akan menjaga baterai dalam kondisi sesuai dengan fungsinya setiap saat. Hal yang sangat sederhana adalah melakukan salah satu rangkaian tune up pada kompetensi pemeliharaan/service baterai.
Bentuk pemeriksaan dan perawatan baterai meliputi :
- Pemeriksaan tegangan baterai
- Pemeriksaan tinggi/volume electrolit baterai
- Pemeriksaan bodi dam komponen baterai
- Pemeriksaan BJ electrolit baterai
- Pemeriksaan/service terminal/pole baterai

Di bawah ini disajikan sebuah gambaran tentang langkah untuk melakukan perawatan terminal baterai untuk menjaga OPTIMALISASI PERFORMA TEGANGAN supaya tetap bisa kontinue memberikan pelayanan energi listrik/tegangan ke sistem-sistem yang ada di kendaraan.



sumber terkait
by Crowja Garichu

Tuesday, May 31, 2011

Pemeliharaan/Service KARBURATOR

Setiap kendaraan memerlukan konsumsi bahan bakar yang ideal atau kontinue dalam suplaynya. Dalam kondisi bagaimanapun haruslah tetap terjaga kondisi bahan bakar yang siap di bakar dalam sebuah ruang pembakaran yaitu ruang bakar/combustion camber. Kualitas pembakaran yang diharapkan adalah sempurna, sempurna dalam arti yang memenuhi sebuah kriteria aturan kesempurnaan pembakaran pada motor bakar, yaitu :
- kualitas bahan bakar yang sesuai nilai oktan dengan tekanan kompresi mesin
- kualitas udara yang di hisap ke mesin
- perbandingan campuran antara bahan bakar dan udara
- kualitas panas atau api pengapian
- kondisi komponen sistem terkait
 
Pada teknologi pengapian konvensional sebuah rancangan homogenitas campuran antara bahan bakar dan udara adalah faktor nyata yang harus tetap terjaga dalam kondisi yang prima. Dimana udara yang dibutuhkan adalah udara bersih yang sudah di saring oleh filter udara, sedangkan bahan bakar yang digunakan juga sudah mengalami filterisasi dengan baik sehingga akan menjadi karburasi yang baik. Pengapian konvensional yang dihadapi juga harus mampu membuat api pengapian minimal mampu membakar ruang bakar dalam batas-batas yang di ijinkan. Nah faktor penentu nilai kualitas campuran, kapasitas campuran dalam setiap perubahan kondisi haruslah tetap di jaga dengan baik. Tugas ini ada pada komponen karburator, sebuah komponen yang mempunyai fungsi untuk membentuk/menyediakan campuran bahan bakar yang sesuai dengan kondisi kerja mesin.

Air Fuel Rasio adalah sebuah aturan yang mendasar tentang sebuah homogenitas udara dan bahan bakar dalam ruang bakar yang harus di capai dalam setiap pembakaran yang terjadi. Aturan ini akan naik turun dalam kurun waktu kondisi kerja mesin yang berbeda. Tentunya akselerasi mesin adalah faktor penentu naik dan turunnya kondisi ini dan ini dipengaruhi oleh pengemudian, kondisi jalan dan lalu lintasnya. Dalam teknologi manapun di dunia belumlah di jumpai apabila nilai cc ruang bakar akan menghasilkan akselerasi yang lebih dari ketentuan walaupun menggunakan teknologi EFI sekalipun. Namun yang pasti adanya homogenitas campuran akan menyebabkan kerja dan akselerasi mesin tetap kontinue secara signifikan.

Di bawah ini diberikan contoh sebuah pemeliharaan/service sebuah karburator yang termasuk dalam komponen sistem pengapian konvensional.



sumber :
wonderhowto
daihatsu
by crowja garichu

Tuesday, May 3, 2011

UJI KOMPETENSI ENGINE TUNE UP CONVENSIONAL

Pekerjaan Uji Kompetensi bagi tenaga pendidik oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Teknisi Otomotif Indonesia (LSP-TO) sudah sering dilakukan di berbagai tempat di Indonesia. Tujuan dari pelaksanaan adalah memberikan kesempatan terhadap tenaga pendidik untuk mencapai kualitas skill/kompetensi yang diakui secara profesi melalui serangkaian job deskripsi yang dilalui dengan pencapaian yang di standartkan. Pengakuan pada setiap akhir job deskripsi diakui dengan sertifikat selama 3 tahun dan sesudahnya bisa dilakukan perpanjangan sertifikat. Pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Teknik Otomotif adalah tenaga pengajar yang diharuskan mempunyai kualitas keilmuan dan skill yang seimbang sehingga apa yang disampaikan kepada peserta didik akan memberikan kualitas yang baik. Bukan tidak mungkin tenaga pendidik di sekolah akan mengalami kendala karena kondisi peralatan praktek yang berbeda pada setiap sekolah. Di sinilah kesempatan kualitas kita akan diuji dengan baik. Dengan catatan pekerjaan yang kita lakukan dilaksanakan dengan sejujurnya sesuai KD pada job deskripsinya. Pelaksanaan praktek peserta akan dipandu oleh beberapa asesor dan 1 master asesor yang ditunjuk. 
Untuk Uji Kompetensi yang saya paparkan di sini adalah ETU-Convensional Engine Bensin. Rujukan kendaraan yang ditetapkan sabagai media adalah mobil Kijang seri 5K.

Adapun kompetensi yang diharapkan tercapai nantinya meliputi beberapa kompetensi dasar yaitu :
1. Melaksanakan Pemeliharaan/Service Komponen
2. Membaca dan memahami gambar teknik
3. Menggunakan dan memelihara alat ukur
4. Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja
5. Menggunakan dan memelihara peralatan dan perlengkapan tempat kerja
6. Kontribusi komunikasi di tempat kerja
7. Melaksanakan operasi penanganan secara manual
8. Memelihara/service sistem pendingin dan komponen-komponennya
9. Memelihara/service sistem bahan bakar bensin
10. Memelihara /service sistem kontrol emisi
11. Menguji, memelihara/service dan mengganti baterai
12. Memperbaiki sistem pengapian

Bentuk pelaksanaan praktek bisa dilihat dalam Kompetensi Dasar dengan bukti unjuk kerjanya. Penilaian ini akan dilakukan silang penilaian oleh asesor yaitu Kriteria Unjuk Kerja yang dilakukan peserta.  

Dalam melakukan tune up pekerjaan satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan untuk memperoleh hasil yang diharapkan sebaiknya pekerjaan ini dilakukan dengan mengikuti prosedur yang benar yaitu sesuai Standart Operation Procedure (SOP). 

PERSIAPAN TUNE UP
Persiapan Perlengkapan Keselamatan Kerja
- Fender cover, untuk melindungi fender kendaraan dari goresan maupun kotoran
- Grill cover, untuk menutupi bagian depan kendaraan
- Floor cover, untuk melindungi lantai kendaran bagian depan (diver)
- Seat cover, untuk melindungi tempat duduk bagian depan (driver)

Persiapan Peralatan Untuk Bekerja
- Hydrometer Bateray
- Multitester / AVO Meter
- Feller gauge 
- Tune Up Analizer (Tacho Meter, Dwell Tester dan Timing light)
- Emisi Tester / Emission Analyzer
- Kunci moment 
- Radiator and cup taster 
- Compression tester
- Volt meter
- Spring scale
- 1 Set Kunci Ring
- 1 Set Kunci Shock
- 1 Set Kunci Pas Ring
- Obeng (+) dan (-)
- Penggaris baja
- Sikat Baja 

Perlengkapan lain yang menunjang pekerjaan
- Compresor, air gun dan selang angin
- Oil pan/bak plastik
- Kain lap
- Tempat kerja bersih dan sirkulasi udara lancar
- Posisi tempat rata untuk kendaraan

    PROSEDUR TUNE UP
    Pekerjaan Tune up mesin bertujuan mengembalikan kondisi kendaraan kembali seperti semula (bertenaga), untuk menghasilkan seperti yang kita inginkan maka perlu melakukan pekerjaan tune up sesuai dengan prosedur yang benar yaitu :

    Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin masih dingin
    1. Pemeriksaan Minyak Pelumas Mesin
    2. Pemeriksaan Sistem Pendingin
    3. Pemeriksaan Tali Kipas
    4. Pemeriksaan Saringan Bensin
    5. Pemeriksaan Saringan Udara
    6. Pemeriksaan Baterai
    7. Pemeriksaan Sistem Pengapian

    Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin bisa hidup/mesin hidup
    1. Pemeriksaan Sudut Dwell/Dwell Angle
    2. Pemeriksaan/penyetelan Putaran Idle
    3. Pemeriksaan Saat Pengapian
     
    Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin telah panas (temperatur kerja)
    1. Pemeriksaan Celah Katup
    2. Pemeriksaan Kerja Karburator
    3. Pemeriksaan/penyetelan Putaran Idle
    4. Pemeriksaan Tekanan Kompresi Silinder
    5. Test Drive

    Catatan :
    - Kelompok pekerjaan tersebut harus dilakukan sesuai aturan dan bila pekerjaan pada kompetensi dasar belum selesai tidak boleh melakukan pekerjaan lain, di karenakan untuk menghindari kesalahan prosedur
    - Pekerjaan Tes Kompresi dan Test Drive dilakukan bila kemampuan mesin tidak bertenaga/menurun atau diperlukan.

    Sistem Pelumasan
    Pemeriksaan Minyak Pelumas

    Periksa kualitas pelumas
    Periksavolume pelumas
    Pemeriksaan minyak pelumas meliputi pemeriksaan ketinggian/volume minyak pelumas dan kualitas minyak pelumas dalam engine, bentuk pemeriksaannya adalah sebagai berikut :

    Ketinggian minyak pelumas :
    Tempatkan kendaraan ditempat yang rata
    Apabila kendaraan habis perjalanan/panas, tunggu 30 menit
    Apabila kendaraan dalam kondisi dingin hidupkan 1-3 menit kemudian matikan
    Tarik batang pengukur minyak pelumas :
    Periksa volume minyak pelumas, harus pada level F dan L pada batang pengukur, bersihkan kembali dengan kain lap, kemudian masukkan kembali dengan tepat.
    Kualitas minyak pelumas :
    Tarik kembali batang pengukur kemudian perhatikan : 
    Periksa Viskositas (kekentalan minyak pelumas) dengan jari tangan
    Periksa perubahan warna minyak pelumas 

    Catatan :
    Perubahan warna minyak pelumas : 
    - Warna merah (tercampur bensin), warna kelabu (bercampur serbuk bantalan), warna susu (tercampur dengan air), warna coklat (bercampur dengan bensin)
    - Kekentalan minyak pelumas sesuai kekentalan (SAE 20-30W/50) API/SE
    - Bila terjadi pengurangan minyak pelumas periksa kondisi mesin, cek filter oli bila perlu lakukan pembongkaran dan penggantian saringan oli.

    Sistem Pendinginan
    Pemeriksaan Komponen Sistem Pendingin

    Periksa kebocoran sistem pendingin
    Periksa Tutup Radiator
    Periksa selang radiator kemungkinan ada yang rusak, pecah, menggelembung atau kendor pengikatnya atau perlu diganti.
    Periksa posisi klem apakah ada yang rusak, kendor atau tidak tepat posisinya.
    Periksa Radiator dan sirip-siripnya atau kebocoran air.
    Periksa kran penguras apakah kendor atau bocor.
    Periksa kebocoran sistem pendingin (dengan Radiator Cup Tester) dengan tekanan ±1.2 Kg/cm2
    Periksa tutup radiator (dengan Radiator Cup Tester). Dengan tekanan 0.6-1 Kg/cm2 

    Periksa kualitas air pendingin
    Periksa kualitas air pendingin. Menggunakan jari periksa kualitas air pendingin.
    Periksa tangki cadangan (reservoir, air harus pada batas Max-Low)
    Periksa Belt (Tali kipas dan kompresor, bila perlu di lepas), periksa dari kemungkinan :

    - Retak
    - Terkena oli
    - Telah aus


    Periksa ketinggian air pendingin


    Periksa ketengangan belt
    Periksa ketegangan belt
    Kipas-Alter
    nator :
    Baru  = 5-7 mm
    Lama = 7-11 mm
    P. Engkol - Kompresor :
    Baru  = 9-12 mm
    Lama = 12-16 mm
    Defleksi belt 10 kg (22lb)

    Periksa suara bearing, pompa abnormal.
    Periksa sirkulasi air pendingin (mesin panas & hidup).
    Air pendingin diganti setiap 20.000 km (air biasa) atau setiap 40.000 km (air coolant)

    Sistem Bahan Bakar
    Periksa fuel filter
    Pemeriksaan Filter Bensin
    Prosedur pembersihan :
    - Lepaskan saringan dari pengikatnya
    - Perhatikan saluran masuk dan keluarnya
    - Semprotkan udara dengan tekanan rendah dari saluran keluar ke saluran masuk 1 X
    - Ulangi hal yang sama dari saluran masuk ke saluran keluar
    - Ulangi hal yang sama kembali semprotkan udara dari saluran keluar ke saluran masuk
    - Periksa, tiuplah dari arah saluran masuk ke saluran keluar, apabila ringan berarti saringan sudah bersih akan tetapi bila masih berat berarti saringan harus diganti dengan yang baru.

    Pemeriksaan Filter Udara

    Periksa Air Filter
    Lepaskan klip pengunci tutup saringan udara (air cleaner) dan lepaskan tutup saringan udara. Keluarkan elemen dan periksa permukaan luar elemen untuk mengetahui kondisi elemen saringan udara.
    Elemen saringan udara dibersihkan dengan jalan meniupkan udara yang bertekanan rendah. Udara diarahkan dari bagian dalam mengarah keluar, kemudian dari luar kedalam dan terakhir diarahkan dari dalam keluar.
    Bila keadaan elemen sudah kotor, walaupun sudah dibersihkan, sebaiknya elemen ini diganti baru. Elemen saringan udara yang telah berlubang akan menyebabkan penyaringan udara ke kaburator menjadi terganggu. Abu dan kotoran yang turut masuk ke dalam kaburator dapat menyebabkan lubang-lubang kecil pada kaburator menjadi tersumbat dan ini akan mengganggu kerjanya karburator.

    Catatan
    Elemen saringan udara yang terbuat dari kertas tidak boleh dicuci dengan air, bensin atau cairan lainnya, dan selain itu juga elemen diusahakan agar tidak terkena gemuk. Demikian juga rumah filternya.

    Sistem Pengapian

    Sistem Pengapian Konvensional
    Pemeriksaan Baterai

    - Lepaskan kabel negatif (massa) terlebih dahulu, kemudian lepaskan kabel positifnya. Bila kabel positif dilepaskan terlebih dahulu akan terjadi percikan api, dan bila kunci pas yang digunakan menyentuh terminal atau body. Berhati-hati melepaskan kabel agar tidak merusak terminal, kendorkan mur pengikat kleman terlebih dahulu, kemudian tarik kabelnya ke atas.
    - Angkat kotak baterai tegak lurus ke atas, dan jangan miring sebab elektrolit akan mengalir keluar. Bila anda membawa baterai posisikan kedua tangan dibawah kotak baterai.
    - Karat pada terminal baterai. Bila terminal baterai berkarat bersihkan dengan air hangat, kemudian terminalnya diamplas atau disikat.
    - Baterai yang rusak dan bocor tidak dapat diperbaiki lagi dan harus diganti baru.
    - Pengikat klem baterai yang kendor atau berkarat terutama pada kabel starter yang berhubungan dengan baterai dan kabel massa kemungkinan perlu diperbaiki dan dibersihkan.
    - Dudukkan baterai (tempat pemasangan baterai yang terdapat pada ruang mesin) bila keadaannya berkarat dan rusak perlu segera diperbaiki.
    Periksa Visual Batt

    Pemeriksaan baterai meliputi beberapa bagian, yaitu :
    Periksa kotak baterai
    Bersihkan kotak baterai periksa bagian atas, samping dan bawah kotak.
    Periksa volume electrolite pada batas Upper dan Lowwer
    Periksa lubang penguapan pada tutup baterai bila perlu bersihkan dengan kompresor

    Periksa BJ Batt


    Periksa berat jenis BJ electrolite dengan Hidrometer (standart 1,26-1,28 pada suhu 25oC
    Periksa terminal baterai/pole baterai bersihkan dari kotoran gosok dengan amplas/sikat baja
    Periksa tegangan baterai  dengan baterai tester, teg batt = 12,6 Volt

     Catatan :
    Jangan mengetes baterai dengan menghubungkan terminal positip & negatip baterai dengan menggunakan logam/kabelSetelah penambahan air aki dengan air suling hidupkan mesin beberapa saat, baru kemudian periksa BJ nya


    Pemeriksaan Busi

    Periksa Busi
    Periksa busi terhadap :

    Keausan atau perubahan bentuk elektroda, kerusakan gasket, insulator pecah, celah elektroda tidak tepat, endapan oli, kerak karbon, keretakan pada insulator elektroda tengah.
    Stel elektroda dengan standart celah 0,7-0,8 mm 


    Catatan :
    Tingkat panas busi dan celah elektroda berbeda menurut spesifikasi kendaraan masing-masing.

    Periksa kabel busi/coil
    Pemeriksaan Kabel Busi dan Kabel Teg. Tinggi Coil
    Periksa kabel busi/coil dengan multitester dengan skala kilo Ohm, standart pemeriksaan tidak boleh melebihi 25 kOhm



    Pemeriksaan Coil Pengapian
    Pemeriksaan coil pengapian untuk mengetahui kondisi tahanan kumparan primer dan tahanan kumparan sekunder. Tahanan kumparan primer 1,3 - 1,6 Ohm (tanpa ballast) 1,5 - 1,6 Ω (dengan balast). Tahanan kumparan sekunder 10,7 - 14,5 kΩ (tanpa ballast), 13,7 - 18,5 kΩ (dengan ballast)


    Pemeriksaan Distributor

    Distributor
    Periksa tutup distributor dari keausan terminal dan kerusakan rotor coil. Periksa tutup dari keretakan bila berkarat bersihkan dengan amplas.


    Periksa tutup distributor
    Pemeriksaan Sentripugal Advancer dan Vaccuum Advancer
    Sentripugal advancer merupakan pemberat  yang letaknya di dalam distributor, pemeriksaannya adalah dengan menggeser rotor coil ke kanan, bila kembali ke posisi semula berarti kondisi governor masih baik.


    Periksa vaccum advancer
    Vaccum advancer pada Kijang seri 5K mempunyai double diafragma dan terdapat 2 lubang keluar. Untuk vaccum advancer melalui pemeriksaan menggunakan alat diafragma vaccum atau dengan cara memasang slang dan meniupnya sambil menutup salah satu lubangnya, bila octan selector bergerak berarti kondisi vaccum masih baik.


    Periksa octan selector
    Pemeriksaan condensor dan octan selector
    Periksa condensor
    Condensor diperiksa untuk mengetahui rusak tidaknya, set AVO meter pada skala Ohm bila jarum bergerak berarti condensor rusak dan minta diganti. Untuk octan selector diperisak guna menghasilkan ketepatan dalam penyetelan celah platina. Octan selctor akan memposisikan kedudukan piringan platina pada posisi yang tepat guna dimajukan saat pengapiannya oleh vaccum advancer.
    Periksa/stel celah platina

    Pemeriksaan dan Penyetelan Platina
    Platina merupakan komponen yang berfungsi memutus dan menghubungan kumparan primer ke massa sehingga terjadi induksi tegangan tinggi di kumparan primer. Pada kesempatan yang lalu sudah saya paparkan tentang penyetelan platina dengan jelas. Penyetelan platina haruslah diperhatikan kondisi distributor baru atau sudah lama. Ini berhubungan dengan metode sederhana mencari ketepatan celah platina dan sudut dwell dan sering terjadi kesalahan. Apalagi dalam kondisi kompetesi atau uji kompetensi yang di batasi dengan alokasi waktu yaitu selama 90 menit.

    Pemeriksaan tekanan kompresi
    Tekanan kompresi mesin di cek dengan menggunakan compression tester, cek tekanan kompresi silinder 12 kg/cm2.

    Lakukan :
    - Panaskan mesin buka semua busi, pinjak pedal gas penuh. Pasang compression tester bergantian ke semua busi, starter mesin dengan putaran 250 rpm, dengan waktu beberapa detik.
    - Apabila tekanan kompresi rendah, beri oli lewat lubang busi, bila diulang tekanan naik maka terjadi keausan. Bila tekanan rendah maka terjadi kebocoran silinder.

    Pemeriksaan saat pengapian dan sudut dwell

    Penyetelan kerja idle
    Saat pengapian dan sudut dwell dilakukan dengan syarat :
    - Penyetelan celah platina sudah dilakukan
    - Untuk saat pengapian pasangkan alat timing light pada posisi yang tepat, cabut slang di vaccum advancer yang menuju manifold masuk kemudian tekuklah dengan menggunakan tangan. Kemudian sorot senter timing liht pada pulley engkol. Bila menunjuk angka 5-7 derajat berarti kondisi sudah tepat. Bila belum kendorkan distributor gerakkan distributor dengan pelan, bila sudah tercapai angka tadi kencangkan kembali baut distributor.
    Periksa saat pengapian
    Pasang slang kembali ke vaccum advancer, sorot kembali pulley engkol, angka di pulley akan menunjukkan 10-12 derajat. Berarti kondisi sudah tepat.
    - Untuk sudut dwell pasangkan tacho/dwell tester, angka dalam alat tersebut akan menunjukkan hasil dari penyetelan platina, karena sudut dwell akan berbanding terbalik dengan besar kecilnya setelan celah platina. Standart yang ditetapkan adalah 52o ± 6o. Untuk rpm stel sementara untuk memperoleh idle aturan standart 750 ± 50 rpm.

    Pengencangan baut kepala silinder dengan kunci momen

    Baut kepala silinder dikencangkan dengan menggunakan kunci momen. Aturan pengencangannya adalah menyilang dari tengah menyilang sampai ke pinggir. Kegiatan pelaksanaan ini dilakukan saat mesin dingin dan sebelum penyetelan celah katup. 

    Pemeriksaan dan penyetelan celah katup
    Periksa/stel katup posisi TOP1
    Periksa/stel katup posisi TOP4
    Celah katup diperiksa dan bila perlu di stel bila ada yang kurang tepat atau berubah karena lamanya beroperasi di jalan. Celah katup IN = 0,2 mm dan EX = 0,3 mm. Posisikan pada TOP1 dengan memutar pulley tepat  pada tanda nol derajat. Cek kondisi rotor, rotor akan mengarah ke kabel busi no.1. Lakukan pengecekan dan penyetelan celah katup sesuai kondisi katup-katup yang bebas (sesuai gambar). Bila sudah dilakukan langkah selanjutnya adalah memutar pulley  1 kali putaran pas kembali di angka nol dan menunjuk TOP4 dimana rotor mengarah kabel busi no.4. Periksa dan stel katup-katup yang belum dstel.


    Pemasangan dan penyetelan dengan alat Emission Analyzer 

    Emission Analyzer saft7.com
    Pengetesan gas buang sambil menyetel putaran idle, prosedur ini dilakukan setelah langkah-langkah di atas dirasa sudah mencapai nilai maksimal. Pemasangan alat ini akan menilai emisi gas buang dari kandungan CO, CO2, O2, HC. Deteksi rpm dan suhu juga bisa dilihat. 
    Langkahnya :

    - Hidupkan alat sampai sekitar 5 menit
    - Kalibrasikan alat supaya menunjuk 0%
    - Stel rpm dan campuran idle
    - Masukkan/pasang probe ke ujung knalpot dengan kedalaman sekitar 30 cm
    - Panaskan mesin sampai suhu kerja
    - Naikkan gas/rpm mesin mendekati 1200 rpm selama 1-2 menit
    - Tunggu penunjukkan angka yang tercapai
    - Stel campuran bensin dan udara hingga tercapai ketepatan lamda, tidak boleh lebih dari nilai 2
    - Setelah di rasa stabil penunjukkan angka di alat, lakukan print out hasilnya
    - Selesai dan bisa di ulang bila menginginkan ketepatan yang lebih

    Berbagai merk alat ini akan membedakan sedikit cara penggunaannya, lakukan petunjuk manual penggunaan alat dengan baik.



    Catatan :
    Pemeriksaan Emisi adalah berupaya menepatkan nilai campuran bahan bakar dan udara pada angka-angka yang diijinkan. Ini akan mengalami banyak kendala manakala kendaraan sudah berusia lebih dari 10 tahun. Nilai ketepatan pengukuran akan mengalami banyak trouble.



    FINISHING
    Laporkan pekerjaan anda pada asesor, dengan sebelumnya melakukan ceking akhir. Jangan lupa rapikan dan benahi semua pekerjaan dengan baik meliputi peralatan dan kerapian tempat kerja. 
    Kiat :
    Sebelum melakukan Uji Kompetensi haruslah diperhatikan mengenai pola latihan sebelum pelaksanaan. Karena akan sangat membantu setiap waktu yang akan anda hadapi dalam ujian. Walaupun pekerjaan anda rapi dan baik namun apabila waktunya melebihi target jelas akan  di diskualifikasi. Ataupun perkerjaan anda cepat namun prosedurnya salah maka akan ketinggalan salah satu item dalam kompetensi yang harus diselesaikan..

    NB : 
    Bila ada keterangan saya yang kurang ataupun salah, tolong kritik dan sarannya.. Tks.


    Sertifikat :
    Unlimited Free Image and File Hosting at MediaFire Unlimited Free Image and File Hosting at MediaFire Unlimited Free Image and File Hosting at MediaFire
    reff :
    - Pelatihan dan sertifikat Engine Tune up Guru SMK se-Jateng 2007
    - Uji Kompetensi di TUK SMKN Wanareja 2010
    - saft7.com
    - berbagai sumber

    Original Article by :
    Crowja Garichu
    Muhshonu Rohman, ST
    ghostnaruto33@yahoo.com

    Monday, April 25, 2011

    CARA KERJA KARBURATOR

    Proses pembakaran dalam ruang bakar pada motor bakar adalah suatu siklus yang berkesinambungan, siklus ini akan berjalan normal apabila faktor-faktor dari penentu untuk kesempurnaan pembakaran dapat dicapai secara maksimal dalam kategori pembakaran yang sempurna. Nilai atau pengertian pembakaran sempurna ditentukan oleh kondisi antara campuran bahan bakar, oksigen dan penentuan saat pengapian yang tepat. Ketiga unsur tersebut merupakan hal pokok yang tidak bisa ditawar lagi. Penggunaan teknologi motor bakar pada dasarnya adalah pencapaian kecocokan antara bentuk bahan bakar yang harus dipakai dalam proses pembakarannya. Bahan bakar motor bakar yang dikenal adalah meliputi bensin, solar dan bahan bakar dari pengolahan selain tambang. Kecocokan pemakaian bahan kabar adalah penentu dari bentuk pembakaran yang sempurna yaitu sedikit meninggalkan unsur timbal di dalam prosesnya. Ini dihubungkan dengan perbandingan nilai kompresi mesin dengan nilai octan bahan bakarnya.

    Selanjutnya kita mengenal jenis motor bakar 4 takt dan 2 takt. Dimana motor 2 takt tercipta dari satu kali putaran poros engkol yang dihasilkan dari 2 kali langkah piston dalam silinder. Sedangkan untuk motor 4 takt adalah terjadinya 4 langkah piston sehingga tercapai 2 kali putaran poros engkol (crankshaft). Ini berhubungan dengan bentuk siklus pembakaran yang terjadi. Sehingga sudah bisa dipastikan apabila ciri motor ini sudah bisa di nilai penggunaannya bagia kalangan masyarakat luas. Dalam dekade tahun terakhir penggunaan motor 2 takt pengalami kepunahan. Dikarenakan nilai efisiensi yang menjadi faktor penentunya. 

    Untuk penggunaan motor 4 takt sudah banyak mengalami revisi teknologi, nah yang saya paparkan di sini penggunaan motor 4 takt dengan bahan bakar bensin. Fungsi dari sistem bahan bakar adalah untuk mensuplai kebutuhan bahan bakar ke dalam silinder sesuai dengan kebutuhan mesin. Pada penggunaannya sistem ini dibedakan menjadi 2 yaitu sistem bahan bakar konvensional dan sistem bahan bakar injeksi. 

    Pada sistem bahan bakar konvensional suplai bahan bakar di atur oleh komponen utama yaitu karburator dan untuk sistem bahan bakar injeksi diatur oleh komponen yaitu pompa injeksi. Pada sistem injeksi bahan bakar dikenal dengan sistem manual dan sistem elektronik atau EFI (Elektronik Fuel Injection). Perbedaan pemakaian sistem ini adalah efektifitasnya terhadap mesin, namun mempunyai tujuan yang sama yaitu mencampur antara bahan bakar dan udara dengan perbandingan yang tepat untuk dikirim dan dibakar dalam ruang bakar. Karburator mempunyai fungsi untuk membentuk/menyediakan campuran bahan bakar yang sesuai dengan kondisi kerja mesin. Dengan keadaan ini apabila mesin sudah hidup karburator harus selalu siap dalam kondisi bagaimanapun dalam mesin. Sehingga cara kerja karburator tidak sesederhana apa yang difikirkan. Karburator mengandalkan kevakuman pada silinder sehingga kerja karburator akan terpengaruh sistem yang ada di dalamnya. Sistem yang ada pada karburator adalah merupakan kerja daripada karburator itu sendiri. Sistem ini banyak sekali karena setiap perubahan akselerasi yang ditimbulkan oleh pengemudi terhadap kendaraannya akan berpengaruh terhadap bentuk campuran yang dihasilkan dari karburator. Di sini diambilkan contoh pada mobil Kijang dengan karburator double barrel.

    Cara Kerja Karburator menurut sistemnya terbagi menjadi :
    a. Sistem Pelampung
    b. Sistem Stasioner dan Kecepatan Lambat
    c. Sistem Utama (Primary High Speed System
    d. Sistem Sekunder (Secondary High Speed System)
    e. Sistem Tenaga (Power System)
    f.  Sistem Percepatan (Acceleration System)
    g. Sistem Cuk (Choke System)
    h. Fast Idle Mechanism
    i.  Thermostatic Valve
    j.  Positive Crankcase Ventilation (PCV) System
    k. Deceleration Fuel Cut off System

    System tersebut akan bekerja bersama sesuai dengan kondisi kerja mesin. Sistem konvensional ini sekarang masih banyak digunakan kendaraan pada umumnya walaupun sudah banyak diterapkan penggunaan teknologi EFI di kendaraan modern. Cara kerja karburator dalam bentuk multimedia silahkan di download disini, gunakan software multimedia player, Gomplayer atau K-Lite.



    Crowja Garichu







    Friday, April 22, 2011

    GAS HASIL PEMBAKARAN KENDARAAN

    Gas Buang Motor bakar

    Gas hasil pembakaran yang dikeluarkan oleh knalpot menghasilkan beberapa unsur gas yang membahayakan bagi kesehatan manusia sehingga analisa tentang emisi gas buang diadakan uji oleh seluruh dunia untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Adapun gas yang membahayakan yang dikeluarkan dari hasil pembakaran tersebut meliputi :

    Karbon Monoksida (CO)
    Karbon monoksida adalah gas yang bersifat membunuh makhluk hidup termasuk manusia. Zat gas CO ini akan mengganggu pengikatan oksigen pada darah karena CO lebih mudah terikat oleh darah dibandingkan dengan oksigen dan gas-gas lainnya. Pada kasus darah yang tercemar karbon monoksida dalam kadar 70% hingga 80% dapat menyebabkan kematian pada orang. Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Gas yang sangat beracun dibentuk dalam ruang bakar menakala terjadi pembakaran yang tidak sempurna. CO menunjukkan bagaimana bahan kabar dan udara dicampur dan dibakar. Kadar CO dalam % volume. Efisiensi untuk pembakaran mesin injeksi 0,2-1,5% toleransi 0,5% sedangkan untuk mesin karburator 1-3,5% toleransi 1-2%. Jika ternyata angka CO di luar ideal artinya perlu diadakan pemeriksaan. Bila hal tersebut tidak dilakukan perbaikan konsentrasinya maka yang akan terjadi penumpukkan gas CO ada udara dengan tingkat konsentrasi tinggi, terutama saat kondisi macet di jalan raya. Gas CO yang dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna akibat kekurangan oksigen pada pembakaran (campuran gemuk). Walaupun secara teori tidak terdapat CO pada campuran yang kurus akan tetapi pada kenyataannya CO juga dapat dihasilkan pada campuran yang kurus karena pembakaran tidak merata yang disebabkan distribusi bensin yang tidak merata di dalam ruang bakar. 

    Gas Karbon Dioksida (CO2) 
    Karbon dioksida adalah zat gas yang mampu meningkatkan suhu pada suatu lingkungan sekitar kita yang disebut juga sebagai efek rumah kaca. Dengan begitu maka temperatur udara di daerah yang tercemar CO2 itu akan naik dan otomatis suhunya menjadi semakin panas dari waktu ke waktu seperti di daerah perkotaan. Hal ini disebabkan karena CO2 akan berkonsentrasi dengan jasad renik, debu dan titik-titik air yang membentuk awan yang dapat ditembus cahaya matahari namun tidak dapat melepaskan panas ke luar awan tersebut. Keadaan seperti itu mirip dengan kondisi rumah kaca tanpa AC dan ventilasi udara yang cukup. Gas karbon monoksida adalah gas yang relative tidak stabil dan cenderung bereaksi dengan unsur lain sehingga  gas ini dapat diubah dengan mudah menjadi CO2 dengan bantuan sedikit oksigen dan panas. CO2 menunjukkan hasil pembakaran di dalam mesin. Angka ideal harus di atas 12%, bila <12% ada beberapa hal yang harus dicek/disesuaikan.

    Hidro Karbon (HC)

    Hidrokarbon (HC) merupakan gas yang tidak begitu merugikan manusia, akan tetapi merupakan penyebab terjadinya kabut campuran asap (smog). Pancaran hidrokarbon yang terdapat pada gas buang berbentuk gasoline yang tidak terbakar. Hidrokarbon terdapat pada proses penguapan bahan bakar pada tangki, karburator, serta kebocoran gas yang melalui celah antara silinder dan torak yang masuk ke dalam poros engkol yang biasa disebut blow by gases (gas lalu).  
    Bila uap bensin dipanaskan pada temperature tinggi, akan terjadi oksidasi, akibatnya adalah pembakaran tidak sempurna bahkan ada bagian yang tidak terbakar. Bensin yang tidak terbakar ini keluar dari ruang bakar dalam bentuk HC.
    HC bersumber dari :
    Bensin yang tidak terbakar akibat overlap katup
    Gas sisa di dinding silinder dan terbuang saat langkah buang
    Gas yang tidak terbakar yang tertinggal di belakang ruang bakar setelah misfiring ketika jalan menurun atau saat engine brake
    Gas yang tidak terbakar akibat pembakaran terlalu singkat atau campuran terlalu gemuk
    Nitrogen Oksida (NOx) dan Sulfur Oksida (SOx)
    Nitrogen oksida terjadi karena reaksi molekul nitrogen dengan oksigen pada temperature yang tinggi (1800o C). dengan demikian NOx terbentuk selama berlangsungnya pembakaran yang sempurna, karena pada pembakaran yang sempurna akan menghasilkan panas yang maksimal.
    Bila temperature tidak naik sampai diatas 1800o C, kemudian nitrogen dan oksigen dibuang ketika langkah buang tanpa bergabung membentuk NO.
    Dengan demikian factor yang mempunyai efek terbesar terhadap timbulnya NOx selama proses pembakaran adalah temperature maksimum di ruang bakar dan perbandingan udara dan bensin.
    Jalan terbaik untuk mengurangi NOx adalah dengan mencegah temperature di ruang bakar mencapai 1800o C atau memperpendek waktu dalam mencapai temperature tinggi, kemungkinannya adalah menurunkan konsentrasi oksigen.
    Konsentrasi Nox paling besar dihasilkan pada perbandingan udara dan bensin 16:1, perbandingan di atas atau di bawah nilai tersaebut akan menghasilkan Nox yang lebih rendah. Konsentrasi Nox pada campuran kaya (< 16:1) akan rendah karena konsentrasi oksigen rendah, sedangkan untuk campuran yang lebih kurus, pembakarannya lebih lambat sehingga menghambat kenaikan temperature di ruang bakar sampai tingkat maksimumnya

    Unsur SOx dan NOx merupakan polutan yang bilamana terhirup manusia dalam jumlah yang banyak maka bisa membahayakan kesehatan manusia. Selain itu gas SOx dan NOx bilamana teroksidasi dan larut dalam tetes-tetes awan dapat menjadikan hujan menjadi hujan asam, yang mana hujan asam ini berdampak buruk terhadap lingkungan. Unsur ini dihasilkan pada pembakaran motor diesel, khususnya sulfur oksida (SOx).

    Bahayanya gas buang
    Gas buang bila menumpuk pada konsentrasi yang tinggi pada waktu-waktu tertentu akan membahayakan kehidupan dan alam sekitar. Kondisi ini banyak dilihat di kota besar, saat kondisi padat lalu lintas, kemacetan jalan, pemakaian kendaraan yang tidak normal, kurangnya kesadaran berkendara.
    Adapun bahayanya gas buang bagi kesehatan manusia adalah :
    CO :
    Menganggu pertukaran oksigen di dalam darah dan menyebabkan keracunan karbon monoksida pada konsentrasi carbon 30-40 PPM
    Melumpuhkan syaraf pada 500 PPM
    Menyebabkan sesak nafas dan pusing
    Gas ini akan mengikat sel darah merah (Hb) yang mengakibatkan manusia akan kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian 

    HC :
    Organ pernafasan menjadi sakit disebabkan oleh photo chemical smog
    Menyebabkan mata perih
    Menurunkan intelektual
     
    NOx :
    Sakit mata, hidung, tenggorokan, sukar tidur
    Batuk, sakit kepala, paru-paru

    SO2 :
    Gangguan pada selaput, sistem pernafasan dan menyebabkan peradangan pada saluran tenggorokan

    CO2 :
    Menyebabkan efek rumah kaca

    Batasan penanganan

    Rujukan yang seharusnya dilakukan adalah melakukan beberapa terobosan baru terhadap kendaraan dengan semakin meminimalkan efek polusi :

    • Memodifikasi mesin dengan menggunakan turbo cyclone, memperbaiki sistem bahan bakar, maupun dengan mengatur pendinginan di dalam ruang bakar
    • Mengembangkan sistem pembuangan yang lebih sempurna, sistem pembuangan dengan menggunakan reheater menggunakan catalic converter yang biasanya dipasang pada mobil mewah
    • Memperbaiki sistem pengapian dengan Electronic Fuel Injektion
    • Meningkatkan perawatan kendaraan bermotor secara berkala
    • Menghindarkan cara pemakaian kendaraan yang tidak baik yang justru menghasilkan polutan yang tinggi yaitu budaya mengeber-ngeber kendaraan baik itu saat service maupun di jalan raya
    Akhirnya kembalilah pada kesadaran diri masing-masing pengguna jalan dengan kendaraannya. Dimana kendaraan akan mencerminkan siapa pemiliknya.


    reff : ..berbagai sumber
     
    Crowja Garichu




     
    back to top