Thursday, January 13, 2011

Penghujung "Dosa" dan Awal Kebaikan

Perjalanan sebuah kemerdekaan seseorang mengalami pasang dan surutnya peradaban. Ada saat penuh dengan hujatan, fitnah dan semuanya yang berbau pelecehan. Ada  saat dimana curahan rasa dan humor (curanmor) dijadikan senjata untuk menjatuhkan. Ada saat pengabdian dibalas dengan colekan tahi kerbau di muka. Ada saat kesalahan dijadikan senjata untuk memberantas kelemahan, sehingga tidak dapat berkutik akhirnya hancur. Dan banyak cara untuk memperebutkan sebungkus nasi untuk meneruskan hidup. Sungguh alangkah munafiknya manusia sehingga bagaimanakah keseharian kita dengan ibadah yang dilakukan?. Apabila semua itu dilakukan dengan sadar dan angkuh. Jawabnya adalah hati orang siapa tahu. Dan semuanya adalah adanya bisikan “receh” untuk membungkam orang lain. Mengangkat diri menjadi manusia yang mampu dibanding orang lain.
Banyak sudah hal tersebut bermunculan dalam sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti halnya butiran pasir di laut. Akan lari kesana dan kemari disapu terjangan ombak yang tak kunjung reda, sepanjang detik. Budaya-budaya menghasut, budaya menghina, budaya mencibir, budaya mengejek, budaya menghardik, budaya memfitnah, budaya mengkambinghitamkan, budaya memprovokasi, budaya manipulasi. Memang sudah ada sejak zaman ini diciptakan adanya hal tersebut. Namun dengan seiring semakin mudahnya manusia mendapatkan apa yang diinginkannya dengan fuluz, lupalah semuanya. Lupa saudara, lupa teman, lupa rekan kerja, lupa kekuasaan dan lupa berbagi dengan orang lain. “Sehingga yang lebih fatal dilihat dari sudut pandang agama adalah lupa menjadi seorang pemimpin yang siap mempertanggungjawabkan kepemimpinannya kelak di akherat.”

Monday, January 10, 2011

Crowja_Automotive in Action

Crowja's Blog tercipta oleh karena adanya kesenjangan yang terjadi pada pengajar di dunia otomotif. Kesenjangan muncul dengan semakin pesat kemajuan yang ada di dunia motor bakar. Kurangnya wawasan yang dimiliki oleh tenaga pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan. Antara kemajuan dan ketergantungan ataupun monoton kurang melihat dunia nyata di sekolah. Akhir yang terjadi adalah semakin mencuatnya kesenjangan pengajar, dengan saling melengkapi atau "menyingkirkan" sehingga perang intelektual, perang skill dan pelatihan semakin merajalela. Antara kesibukan menyiapkan anak didik di sekolah dan kesiapan kita sebagai tenaga pendidik yang harus mempunyai life skill, supaya kompeten secara profesional.


Berharap akan terbangun kembali sebuah wawasan yang saling mendukung, melengkapi dan dijadikan rujukan bersama supaya kita tetap eksis mengisi keilmuan peserta didik. Sehingga kita akan berkembang selanjutnya perkembangan tersebut diikuti oleh kesamaan persepsi dan keterampilan di dunia usaha dan industri. Marilah bersama saling terbuka demi kemajuan bangsa ini. Pengetahuan dan keterampilan juga milik bersama. Karena hasil akhir adalah kembali kepada kesiapan anak didik masing-masing sesuai kemampuannya.
Akhirnya berusahalah menjadi yang terbaik dengan kompetisi yang sehat dan membangun. Karena kemajuan bangsa adalah tanggungjawab kita bersama.

ghostnaruto@gmail.com

 
back to top