Thursday, March 29, 2012

Diagram Katup Mesin 4 Langkah

Sebuah siklus motor bakar pada prinsipnya adalah sebuah perubahan energi yang di ciptakan dari proses pembakaran dalam sebuah ruang tertutup dengan unsur penunjang yang efektif sehingga punya energi kuat untuk menghasilkan daya/output yang kontinue sebagai sumber tenaga baru. Idealnya bagaimana siklus tersebut dapat menjadikan sebuah design engine menjadi sumber yang selalu optimal saat dibutuhkan. Pola penanganan siklus inilah yang menjadikan bukti nyata tenaga yang dibangkitkan, walaupun terlepas dari bahan baku dari komponen-komponen pelakunya. Akurasi design engine akan menjadikan performa kendaraan siap dalam setiap medan dan kondisi. Jawabannya adalah kesinambungan kerja dari komponen penunjang proses pembakaran tersebut di tinjau dari bahan bakar dan tekanan kompresi mesin tersebut.

Adalah sebuah diagram katup mesin empat langkah sebagai bagian pelaku dari sebuah siklus yang terjadi. Kesinambungan kerja ini wujud dari upaya pemenuhan aturan energi dalam pemanfaatannya. Siklus ini terjadi pada ruang bakar dalam 4 kali stroke/langkah piston yaitu intake (pemasukan) campuran/mixture bahan bakar dan udara, compression (kompresi) yang berupaya menaikkan tekanan dan suhu mixture, combustion (usaha) yaitu pemberian api/percikan bunga api listrik bertegangan tinggi (DC-volt) sehingga terjadi ledakan dari mixture, exhaust (pembuangan) sisa hasil pembakaran mixture. 

intake
compression
 

exhaust
combustion
Gerakan langkah piston terjadi selaras dengan pengaturan mekanisme kerja dari katup sebagai komponen penunjang siklus.  Sementara induk putaran poros engkol (crankshaft) berupaya menyeimbangan mekanisme kerja katup dengan mengatur durasi putaran camshaft (poros nok) yang memutarkan katup. Gerakan awal kendaraan melalui motor starter menstimulus kontinuitas siklus dalam design engine tersebut. Sehingga saat adanya gerak mula berlanjutlah dalam gerak putaran sebuah motor bakar selama masih adanya bahan bakar, udara dan api tentunya.

Pada diagram ditunjukkan bahwa stroke tersebut memutarkan poros engkol dan poros cam dan melaksanakan durasi berputarnya nok menekan katup. Intinya terbagi dalam dua posisi. Posisi Titik Mati Atas (TMA) dan Titik Mati Bawah (TMB) yaitu batas dimana naik dan turunnya piston bergerak, atas pada (0,180 dan 360) derajat dan bawah pada (90, 270) derajat putaran poros engkol maupun poros nok. 
Hal yang perlu digarisbawahi adalah :
1. Putaran crankshaft dan camshaft
2. Tonjolan cam (nok)
Putaran crankshaft dan camshaft haruslah selalu sama dalam derajat putarnya, apabila bergeser jelas akan mengalami perubahan siklus pembakaran dalam ruang bakar dengan terhambatnya membuka dan menutupnya katup baik IN maupun EX. Sedangkan tonjolan nok akan mempengaruhi juga membuka dan menutupnya katup. Sementara persepsi seorang teknisi berawal dari penyetelan katup padahal aturan penyetelan katup untuk menjaga kedudukan katup dalam batasan muai dan bunyi berisik. Bedanya terletak pada aturan manual atau otomatisnya pengaturan katup untuk upaya stabilitas derajat dengan aturan injeksi bahan bakar.

by Chie Zhoen

No comments:

Post a Comment

 
back to top