Wednesday, August 7, 2013

Fitroh

Hilal    : (Termenung menatap langit biru kehitaman.. terdiam !!)
Darso :  Ana apa kang deneng pernaeh nglamun bae entelah. Aja nglamun mageh padha Takbiran kowh..!!
Hilal   : Eeh. kang Darso. Ora anu agi keselen kowh kiye diuber-uber wong pirang-pirang aku kon nggoleti wulan wis metu apa urung.
Darso : Nah ky kue bae repot, gari ngomong bae wes ana kaeh..
Tuing--tuing--tuing bunyi sms hpne Hilal.
Hilal   : Hahahay..
Darso : Ana apa kowe bocah gebleg nguyu-nguyu dewek..
Hilal   : Siki aq wes plong wulane wes ketooonn..
Darso : Piwe seh..
Hilal   : Kaji Siti wes datang bulan hahaha.. Aq mau takon aring dweke YU apa rika wes datang bulan?..
Kurang ajar bocah semprul, kowe ngintipi aku yach..!!
Darso : ???

Begitulah sebuah kisah hidup umat manusia menemukan Tuhannya. Semoga apa yang kita upayakan yaitu hidup di dunia menemukan keberkahan sesuai dengan keyakinan hati kita untuk selalu beribadah sekuat tenaga tanpa mengenal lelah dimanapun dan kapanpun. Banyak hal yang perlu kita renungkan salah satunya adalah manfaat sebuah puasa dan bulan ramadhan. Sebulan penuh berpuasa yang melahirkan lapar dan dahaga. Adalah hal yang sangat sulit menemukan sebuah pintu taqwa. Tidak akan sama puasa kita dan saudara kita sesama Muslim. Banyak sekali pertikaian dan perselisihan terjadi. Datangnya ramadhan hati redam munculnya Syawal lahirlah lagi kemungkaran hati. Itulah manusia dalam fitrohnya akan menuliskan goresan-goresan pada lembar-lembar kertas walaupun kertas telah berganti putih

Akankah semua menjadi sebuah dilema setiap tahun hilir mudik mencari keberkahan ramadhan sementara akhir ramadhan fitri kembali menabur perpecahan. Saatnya syetan dikambinghitamkan lagi dalam 11 bulan yang akan datang. Wujud sikap profesional manusia adalah gambaran bagaimana dia (manusia) tunduk tanpa benang menghadap Allah SWT. Apakah kita (manusia) mampu ghibah kepada Allah SWT, manakala setiap langkah kita selalu bertanya kepadaNya. Subhanallah.. nikmat mana yang manusia lepaskan dari jasad setiap lepas salam setelah sholat. Adalah nikmat dzikrullah.
Nikmat inilah yang membedakan satu sama lain dan memandang satu sama lain serta menerima satu sama lain. Dan ikhlas memaafkan satu sama lain. Jawab kata atau bibir mudah mengucapkan namun hati enggan di usik bahkan jiwa tak mau bergeming walau badai menghantam jasad. Itulah manusia yang terlena dengan puasa namun lupa apa makna puasa khususnya dalam ramadhan yang telah berlalu.

Allahuakbar allahuakbar allahuakbar walillahilhamd. Semoga kita semua menjadi hamba beriman yang mendapat predikat taqwa, yaitu selalu menerima nikmat dengan kadar yang tepat yaitu hati, bibir dan perangai kita mampu mewujudkan itu semua. Laa haula wala quwwata illa billah. Semoga Allah SWT menerima ampunan kita sebagai insan yang dhoif.
Manusia hanya menjalani takdir dariMu, selebihnya Engkaulah yang akan memberikan petunjuk dalam arah mana SurgaMu dibentangkan. Semoga kita semua berkumpul selalu dalam DhienMu, menjadi penerang sepanjang hidup hingga tiba di akherat. 
Ibarat batu dalam genggaman. Akan terlempar manakala kita melemparnya. Akan jatuh saat kita menjatuhkannya. Akan raib saat kita membuangnya, akan musnah apabila kita menghancurkannya. Itulah gambaran jiwa kita yang terbalut syahadat. Tinggal kita melemparnya dengan kalimah Allah atau hanya gurauan belaka.
Wallahu'alam Bishowwab.
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
penulis,
by Chiezhoen

Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

0 komentar:

Beri Komentar

 
back to top