Wednesday, April 1, 2015

Menikmati sebuah cinta

Keberadaan kenikmatan kadang di salah artikan dan akhirnya menjelma menjadi amarah dan kekecewaan. Tidak dapat melakukan kontrol akan kedamaian hati dan kepercayaan. Semua berubah menjadi penolakan fakta dan keberagaman naluri yang berubah menjadi egois dan apatis. Bagaimana perubahan pikiran karena sebuah kedamaian menikmati cinta adalah sebuah fakta yang tidak bisa dihindari dari sudut pandang manapun. Setiap yang saling mencintai pasti akan selalu mampu berkorban dengan ikhlas untuk yang dicintainya. Sebuah kenikmatan yang akan mewujudkan rasa syukur yang mendalam dalam kaidah perjalanan hidup. Karena setiap perjalanan hidup manusia jarang sekali yang bisa mensyukurinya tanpa dalih apapun, pasti dalam kurun waktu tertentu akan merasa jenuh akan apa yang telah diraih bahkan apa yang sedang dirasakan saat ini. Kedamaian hati dan kebahagiaan hanyalah titik temu dari kegundahan jiwa yang semakin mempesona qolbu sehingga titik kritis antara harapan kedepan tentang cinta akan berubah menjadi dilema dan mengecil menjadi kesedihan dan kebencian.

Naluri manusia yang mendambakan hidup bahagia dan sejahtera di dunia merupakan sarana untuk menajamkan hembusan nafas cinta. Yang akan menjadikan sebuah jalan menuju semangat hidup setiap harinya. Pada kenyataannya pasti akan berbeda daripada harapan. Bagaimana dari sisi kenyataan setiap orang akan berbeda sehingga menjadikan pola pandangan yang berbeda arti dalam menajamkan cinta. Banyak kesusahan yang dialami setiap manusia menjadikan hatinya keras ibarat batu pualam walaupun tertimpa hujan setiap kurun waktu. Hati manusia mengeras menjadikan naluri cinta akan meleleh menjadi embun panas memenuhi nafas. Sehingga muncullah daya empati dan cinta setiap hari akan menurun walaupun kualitas ibadah yang maksimal.

Perubahan kurun waktu adalah warna yang menjadikan manusia semakin mengedepankan cinta walaupun apapun bentuk cinta yang telah dibina. Walaupun dengan dada sesak untuk menerjemahkan tetap akan menjadikan semangat berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Warna dan aura lain tetap mencerminkan nilai cinta yang seadanya. Keabadian adalah milik Allah SWT, namun cinta manusia akan tetap terbina dalam dentangan lonceng yang naik turun. Dan bersyukurlah akan setiap cinta yang datang dan bukanlah menjauhinya karena syukur itulah yang menjadikan warna hidup mencapai taraf kenikmatan dalam menikmatinya.
Manusia akan merasakan kenikmatan hidup penuh warna dan keindahan apabila dalam menikmati cinta mampu untuk mensyukurinya. Sehingga rasa syukur yang muncul akan kembali menjadi sebuah kenikmatan bisa berkata dan menikmati sebuah nilai syukur itu. Wujud inilah yang setiap manusia tidak bisa sama karena pemahaman kata serta akan berbeda dengan perbahan hati dan perangai. Setiap perangai manusia yang arogan terhadap diri dan orang lain akan menjadikan wawasan rasa syukur berubah sesuai kata hatinya sendiri. Itulah perbedaan yang akan menjadikan rasa cinta menjadi rasa yang menghasilkan penyakit takabur dalam bentuk fana jasad dan hati.
Selain manusia selalu dengan cintanya, cinta yang bagaimana akan mewujudkan itu semua. Tentunya cinta yang sebenarnya tanpa lekang dimakan perubahan dan perbedaan apapun. Terjemahkan sendiri cinta yang muncul dalam kehidupan saudara sekalian, semoga menjadikan kenikmatan dan kebahagiaan hidup walaupun belumlah bisa dikatakan sempurna, tetapi bisa tersenyum dengan cinta tidak akan bisa dirasakan orang lain pada kenyataan yang sama. Hargailah cinta yang muncul dalam hatimu karena itulah kebahagiaan dirimu yang sebenarnya.
Wallahua'lam Bishowwab,
Penulis,
chie.

Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

0 komentar:

Beri Komentar

 
back to top