Friday, April 22, 2011

GAS HASIL PEMBAKARAN KENDARAAN

Gas Buang Motor bakar

Gas hasil pembakaran yang dikeluarkan oleh knalpot menghasilkan beberapa unsur gas yang membahayakan bagi kesehatan manusia sehingga analisa tentang emisi gas buang diadakan uji oleh seluruh dunia untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Adapun gas yang membahayakan yang dikeluarkan dari hasil pembakaran tersebut meliputi :

Karbon Monoksida (CO)
Karbon monoksida adalah gas yang bersifat membunuh makhluk hidup termasuk manusia. Zat gas CO ini akan mengganggu pengikatan oksigen pada darah karena CO lebih mudah terikat oleh darah dibandingkan dengan oksigen dan gas-gas lainnya. Pada kasus darah yang tercemar karbon monoksida dalam kadar 70% hingga 80% dapat menyebabkan kematian pada orang. Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Gas yang sangat beracun dibentuk dalam ruang bakar menakala terjadi pembakaran yang tidak sempurna. CO menunjukkan bagaimana bahan kabar dan udara dicampur dan dibakar. Kadar CO dalam % volume. Efisiensi untuk pembakaran mesin injeksi 0,2-1,5% toleransi 0,5% sedangkan untuk mesin karburator 1-3,5% toleransi 1-2%. Jika ternyata angka CO di luar ideal artinya perlu diadakan pemeriksaan. Bila hal tersebut tidak dilakukan perbaikan konsentrasinya maka yang akan terjadi penumpukkan gas CO ada udara dengan tingkat konsentrasi tinggi, terutama saat kondisi macet di jalan raya. Gas CO yang dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna akibat kekurangan oksigen pada pembakaran (campuran gemuk). Walaupun secara teori tidak terdapat CO pada campuran yang kurus akan tetapi pada kenyataannya CO juga dapat dihasilkan pada campuran yang kurus karena pembakaran tidak merata yang disebabkan distribusi bensin yang tidak merata di dalam ruang bakar. 

Gas Karbon Dioksida (CO2) 
Karbon dioksida adalah zat gas yang mampu meningkatkan suhu pada suatu lingkungan sekitar kita yang disebut juga sebagai efek rumah kaca. Dengan begitu maka temperatur udara di daerah yang tercemar CO2 itu akan naik dan otomatis suhunya menjadi semakin panas dari waktu ke waktu seperti di daerah perkotaan. Hal ini disebabkan karena CO2 akan berkonsentrasi dengan jasad renik, debu dan titik-titik air yang membentuk awan yang dapat ditembus cahaya matahari namun tidak dapat melepaskan panas ke luar awan tersebut. Keadaan seperti itu mirip dengan kondisi rumah kaca tanpa AC dan ventilasi udara yang cukup. Gas karbon monoksida adalah gas yang relative tidak stabil dan cenderung bereaksi dengan unsur lain sehingga  gas ini dapat diubah dengan mudah menjadi CO2 dengan bantuan sedikit oksigen dan panas. CO2 menunjukkan hasil pembakaran di dalam mesin. Angka ideal harus di atas 12%, bila <12% ada beberapa hal yang harus dicek/disesuaikan.

Hidro Karbon (HC)

Hidrokarbon (HC) merupakan gas yang tidak begitu merugikan manusia, akan tetapi merupakan penyebab terjadinya kabut campuran asap (smog). Pancaran hidrokarbon yang terdapat pada gas buang berbentuk gasoline yang tidak terbakar. Hidrokarbon terdapat pada proses penguapan bahan bakar pada tangki, karburator, serta kebocoran gas yang melalui celah antara silinder dan torak yang masuk ke dalam poros engkol yang biasa disebut blow by gases (gas lalu).  
Bila uap bensin dipanaskan pada temperature tinggi, akan terjadi oksidasi, akibatnya adalah pembakaran tidak sempurna bahkan ada bagian yang tidak terbakar. Bensin yang tidak terbakar ini keluar dari ruang bakar dalam bentuk HC.
HC bersumber dari :
Bensin yang tidak terbakar akibat overlap katup
Gas sisa di dinding silinder dan terbuang saat langkah buang
Gas yang tidak terbakar yang tertinggal di belakang ruang bakar setelah misfiring ketika jalan menurun atau saat engine brake
Gas yang tidak terbakar akibat pembakaran terlalu singkat atau campuran terlalu gemuk
Nitrogen Oksida (NOx) dan Sulfur Oksida (SOx)
Nitrogen oksida terjadi karena reaksi molekul nitrogen dengan oksigen pada temperature yang tinggi (1800o C). dengan demikian NOx terbentuk selama berlangsungnya pembakaran yang sempurna, karena pada pembakaran yang sempurna akan menghasilkan panas yang maksimal.
Bila temperature tidak naik sampai diatas 1800o C, kemudian nitrogen dan oksigen dibuang ketika langkah buang tanpa bergabung membentuk NO.
Dengan demikian factor yang mempunyai efek terbesar terhadap timbulnya NOx selama proses pembakaran adalah temperature maksimum di ruang bakar dan perbandingan udara dan bensin.
Jalan terbaik untuk mengurangi NOx adalah dengan mencegah temperature di ruang bakar mencapai 1800o C atau memperpendek waktu dalam mencapai temperature tinggi, kemungkinannya adalah menurunkan konsentrasi oksigen.
Konsentrasi Nox paling besar dihasilkan pada perbandingan udara dan bensin 16:1, perbandingan di atas atau di bawah nilai tersaebut akan menghasilkan Nox yang lebih rendah. Konsentrasi Nox pada campuran kaya (< 16:1) akan rendah karena konsentrasi oksigen rendah, sedangkan untuk campuran yang lebih kurus, pembakarannya lebih lambat sehingga menghambat kenaikan temperature di ruang bakar sampai tingkat maksimumnya

Unsur SOx dan NOx merupakan polutan yang bilamana terhirup manusia dalam jumlah yang banyak maka bisa membahayakan kesehatan manusia. Selain itu gas SOx dan NOx bilamana teroksidasi dan larut dalam tetes-tetes awan dapat menjadikan hujan menjadi hujan asam, yang mana hujan asam ini berdampak buruk terhadap lingkungan. Unsur ini dihasilkan pada pembakaran motor diesel, khususnya sulfur oksida (SOx).

Bahayanya gas buang
Gas buang bila menumpuk pada konsentrasi yang tinggi pada waktu-waktu tertentu akan membahayakan kehidupan dan alam sekitar. Kondisi ini banyak dilihat di kota besar, saat kondisi padat lalu lintas, kemacetan jalan, pemakaian kendaraan yang tidak normal, kurangnya kesadaran berkendara.
Adapun bahayanya gas buang bagi kesehatan manusia adalah :
CO :
Menganggu pertukaran oksigen di dalam darah dan menyebabkan keracunan karbon monoksida pada konsentrasi carbon 30-40 PPM
Melumpuhkan syaraf pada 500 PPM
Menyebabkan sesak nafas dan pusing
Gas ini akan mengikat sel darah merah (Hb) yang mengakibatkan manusia akan kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian 

HC :
Organ pernafasan menjadi sakit disebabkan oleh photo chemical smog
Menyebabkan mata perih
Menurunkan intelektual
 
NOx :
Sakit mata, hidung, tenggorokan, sukar tidur
Batuk, sakit kepala, paru-paru

SO2 :
Gangguan pada selaput, sistem pernafasan dan menyebabkan peradangan pada saluran tenggorokan

CO2 :
Menyebabkan efek rumah kaca

Batasan penanganan

Rujukan yang seharusnya dilakukan adalah melakukan beberapa terobosan baru terhadap kendaraan dengan semakin meminimalkan efek polusi :

  • Memodifikasi mesin dengan menggunakan turbo cyclone, memperbaiki sistem bahan bakar, maupun dengan mengatur pendinginan di dalam ruang bakar
  • Mengembangkan sistem pembuangan yang lebih sempurna, sistem pembuangan dengan menggunakan reheater menggunakan catalic converter yang biasanya dipasang pada mobil mewah
  • Memperbaiki sistem pengapian dengan Electronic Fuel Injektion
  • Meningkatkan perawatan kendaraan bermotor secara berkala
  • Menghindarkan cara pemakaian kendaraan yang tidak baik yang justru menghasilkan polutan yang tinggi yaitu budaya mengeber-ngeber kendaraan baik itu saat service maupun di jalan raya
Akhirnya kembalilah pada kesadaran diri masing-masing pengguna jalan dengan kendaraannya. Dimana kendaraan akan mencerminkan siapa pemiliknya.


reff : ..berbagai sumber
 
Crowja Garichu




No comments:

Post a Comment

 
back to top