Wednesday, April 13, 2011

Menyetel Celah Platina pada Mobil Kijang

Engine tercipta oleh adanya proses pembakaran yang sempurna dalam ruang bakar motor. Proses pembakaran ini terjadi merupakan kesatuan yang sempurna antara tiga unsur yaitu bahan bakar, udara dan api. Untuk mengatur itu semua dalam engine dilengkapi sebuah energi listrik untuk menghasilkan api pembakaran. Sistem pengapian engine adalah solusi dari itu semua. Nah disini akan dipaparkan cara penyetelan celah platina engine Kijang yang merupakan syarat terciptanya sistem pengapian yang baik. Pengapian ini merupakan jenis pengapian konvensional, dimana percikan bunga api listrik yang dihasilkan oleh pengaturan distributor sebagai pembagi arus ke masing-masing busi. Distributor memegang peranan penting untuk kelangsungan percikan bunga api secara terus menerus selama mobil hidup. Seperti yang terlihat di gambar adalah menunjukkan delco/distributor Kijang seri 5K/7K, distributor ini terdiri dari komponen utama antara lain : rumah distributor, tutup distributor, vaccum advancer, sentrifugal advancer, rotor, platina, condensor, as dan nok distributor.

Komponen utama yang akan dilakukan penyetelan adalah platina/breaker point/kontak pemutus. Komponen ini mempunyai fungsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus yang mengalir ke kumparan primer, agar terjadi tegangan induksi pada kumparan sekunder pada coil pengapian. Penyetelan platina menurut standart yang di ijinkan dilakukan saat distributor terpasang pada tempatnya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyetelan ini adalah aturan dasar yang harus dilakukan oleh seorang teknisi yang merujuk pada benda kerja yang sedang di service. Aturan ini menurut SOP (Standart Operation Procedure) yang seharusnya dilakukan pada engine sesuai merknya. Seorang teknisi melakukan pendekatan mutlak terhadapnya, namun demikian pada prakteknya penggabungan antara aturan standart dan aturan praktisi haruslah dilakukan untuk sebuah ketepatan dan kecepatan kerja supaya hasilnya optimal yaitu menghasilkan performa engine yang di inginkan.

Langkah-langkah penyetelan platina yaitu :
1. Topkan mesin pada silinder 1
TDC (Top Dead Center) atau TMA (Titik Mati Atas) merupakan salah satu cara standart untuk melakukan penyetelan mesin, pembongkaran/overhoul, tune up atau penggantian timing belt. Dengan mengetahui titik mati atas piston di harapkan akan mudah dalam proses perakitan kembali mesin mobil.

Adapun cara untuk mengetahui TDC atau TMA silinder 1 melalui ciri-ciri sebagai berikut :
a. Melihat tanda di Pulley/Roda gila(Flywheel)
Untuk mesin umumnya sudah disertakan tanda TDC yaitu biasanya tanda pada pulley harus lurus dengan angka NOL (0) pada body mesin, atau yang berada pada roda gila tanda angka NOL/ huruf T harus lurus dengan tanda pada body.

b. Melihat posisi nok as / noken as (Camshaft)
Nok as pada silinder yang TDC posisi roker arm kondisi bebas/ renggang tidak menekan batang valve. Periksa kerengangan batang valve/conecting rod dengan membuka lubang pemasukan oli di tutup kepala silinder, kemudian memasukan jari tangan untuk memastikan memutarnya batang valve.

c. Melihat arah rotor distributor.
Untuk Setting timing yang sudah benar bisa juga di lihat dari arah rotor distributor, apabila mengarah ke busi no.2 (saat tutup distributor dilepas) atau kabel busi no.1 (saat tutup distributor dipasang) berarti top silinder 1.

d. Melihat Posisi Piston melalui lubang busi.
Biasanya untuk yang masih ragu juga bisa meyakinkan posisi top dari lubang busi apabila langkah no 1,2 dan 3 sudah terlaksana, apabila busi belum terpasang.

2. Posisikan platina pada puncak nok (Nok Delco)
Sebelum dilakukan penyetelan platina dengan obeng (-) dan fuller gauge, terlebih dahulu lakukan pemeriksaan terhadap octan selector, dengan menepatkan tanda octan pada rumah distributor dan kondisikan kalau baut distributor belum terpasang. Langkah selanjutnya adalah menggunakan aturan dasar penyetelan platina, yaitu : a.) penyetelan dilakukan dengan menempatkan fuller pada rubbing block saat posisi platina menutup (0,45 mm), b) penyetelan dilakukan dengan menempatkan fuller pada celah platina dimana rubbing block/ebonit menyentuh ujung nok tertinggi delco (0,40mm)/platina membuka.
Aturan yang kita ambil adalah pada point b, sebab apabila ebonit menyentuh ujung tertinggi dari nok dengan menggeser distributor ke kiri penuh maka akan dihasilkan akurasi/ketepatan ukuran dan tidak akan kuatir apabila setelah distel platina akan menutup.
Nb : Biasanya saat top posisi ebonit/kaki platina belum mencapai puncak nok delco, jadi tambah putaran mesin untuk mencapai posisi puncak nok delko
3. Kendorkan baut pengikat platina
Pengendoran baut platina jangan terlalu kendor, cukup setengah putaran atau seperempat putaran saja atau cukup kendor saja jangan sampai terlepas.
4. Stel platina sesuai spesifikasi mobil
Pergunakan obeng (-) dan fuller gauge ukuran 0,40 mm untuk menyetel platina. Setelah itu lakukan langkah penyetelan yaitu ; a) Geser distributor dan tepatkan ebonit pada permukaan rata pada nok, setelah itu kencangkan baut sebelah kiri pada ujung bawah platina dan jangan terlalu kencang. b) Geser ke kanan penuh distributor sampai titik kontak membuka masukkan fuller gauge dan stel dengan obeng (-) hingga diperoleh ketepatan fuller pada titik kontak platina. Selanjutnya kencang bautnya, demikian juga kencangkan kembali baut sebelah kiri. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperoleh tingkat akurasi yang tepat.
Nb : Ingat !! celah platina berbanding terbalik dengan sudut dwell


5. Finishing

Sebelum dilakukan pengencangkan baut distributor terlabih dahulu kita periksa dengan fuller ketepatan celah platina dengan menggeser distributor pada obonit tidak menyentuh nok (posisi rata) ukur celah rubbing block-nok (0,45mm). Selanjutnya geser distributor dengan ebonit berada di ujung tertinggi nok, kemudian periksa celah platinanya (0,40mm). Setelah akurat, lakukan langkah selanjutnya mencari derajat pengapian secara manual yaitu ON_kan kunci kontak kemudian geser distributor hingga diperoleh api percikan pada awal membukanya platina. Selanjutnya kencangkan baut distributor. Apabila prosedur ini dilakukan dengan baik hanya butuh waktu kurang dari 5 menit dan di jamin hasil 100% pada kondisi angka sudut dwell = 52o

Penyetelan platina dilakukan untuk mengembalikan kondisi saat pengapian supaya tepat dan menepatkan sudut dwell. Penyetelan ini bisa di setting ulang apabila mencari derajat pengapian dan sudut dwell di rasa belum akurat setelah menggunakan alat timing light dan tacho/dwell tester.

 Selamat mencoba!!!
sumber/reff :  
- www.autotuhu.com
- step TOYOTA
- daihatsu training center
- pengalaman dan interview berbagai sumber

Original Article by :
Crowja Garichu
ghostnaruto@gmail.com

Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

0 comments:

Beri Komentar

 
back to top