Sunday, September 30, 2012

Kesaksian Pancasila

Kenapa bangsa Indonesia mempunyai Pancasila sebagai semboyan bangsa. Di karenakan perjalanan bangsa dan peradaban yang sudah menjadi sebuah ciri dari masyarakat dan bangsa yang berbeda-beda namun beriktikad kuat untuk menyatukan pandangan membentuk sebuah peradaban bangsa yang merdeka. Bila Pancasila muncul adalah karena anak-anak bangsa sudah ingin menjadi pribadi yang bebas berdiri sendiri dan mempunyai kemauan untuk maju menatap masa depan sendiri. Bila bangsa ini tidak mengenal penjajah mungkin akan berbeda perjalanan sejarah yang dilaluinya. Sejarah sudah banyak mencatat bagaimana rakyat bangsa ini menjadi korban penjajahan. Ratusan juta nyawa melayang percuma membela tanah air ini. Percuma karena mereka tak pernah merasakan kemerdekaan. Sementara tanah yang sudah merdeka sekarang gersang bagai tanaman di musim kemarau, galau dan suram. Tanah menjadi tandus saat kemarau datang dan saat penghujan tiba tanah menjadi becek dan banjir dimana-mana hingga selalu menjadi bahan pergunjingan dimana-mana yaitu kebutuhan pokok pangan mahal, orang kecil tak bisa bernafas lega atau sesak nafas sepanjang hari.

Kita sudah tidak lagi mendengar dentingan peluru dan dentuman meriam dari penjajah. Yang kita dengar sekarang hanya mercon saat menjelang perayaan keagamaan. Pola fikir masyarakat sekarang bagaimana bisa hidup tenang dan makmur mencari pekerjaan yang layak. Nilai patroitisme sudah banyak yang bergeser bahkan di bangku sekolah saja sudah miskin dengan itu semua. Kemana lagi mencari Pancasila di jaman ini. Pancasila hanya sekedar menjadi tulisan di kelas-kelas sekolah, Pancasila hanya sebagai pengingat dan dibaca ulang saat upacara bendera atau apel-apel di kantor-kantor. Pancasila hanya simbol yang sudah tidak favorit lagi di kalangan pelajar. Kalau sudah lepas dari bangku sekolah Pancasila tidak teringat lagi hilang musnah dalam fikiran.

Kenapa bisa demikian?. Perjalanan bangsa ini sudah sangat menyedihkan dan masih terasa menyisakan berbagai kenangan yang memilukan dari hasil penjajahan. Upeti, pemerasan, penindasan, dan kekerasan sangat membekas menjadi lukan bangsa yang tidak pernah bisa musnah. Sisa-sisa kesedihan dan kesengsaraan masih dekat di tenggorokan sehingga bangsa ini masih mengenangnya, sehingga pengalaman-pengalaman pahit itu terbawa sampai jaman modern ini. Semua ingin cepat kaya, tidak pejabat maupun penjahat semua berkedok orang baik-baik yang mempunyai rasa kebangsaan yang tinggi. Saktikah Pancasila selama ini?. Pancasila merupakan nilai yang diwariskan oleh leluhur kita untuk bersama-sama menjaganya. Menjaga supaya nilai yang baik itu tidak lekang oleh waktu dan tidak hangus oleh modernya bangsa. Bahwa nilai itulah yang membawa bangsa ini besar di mata bangsa-bangsa lain di dunia.
Marilah mencoba membuka kembali Pancasila yang sudah terbenam lumpur, Pancasila yang menjadi tolak ukur kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Pancasila yang dicerminkan lewat perbuatan dalam masyarakat yang damai bebas dari anarkis, kemunafikan dan perpecahan. Siapa lagi yang akan menjaganya selain kitab semua. Kerusakan sudah merajalela di tanah air ini, rusaknya tanggung lapindo sampai rusaknya jalan raya. Pancasila menjadi saksi bisu rusaknya alam dan bumi Indonesia tercinta. Siapa yang disalahkan Pancasila ataukah orang-orang yang menciptakannya. Kenapa harus diciptakan Pancasila? Tanyalah pada rumput yang bergoyang jawabnya. Apakah tidak cukup Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup umat manusia di bumi? Jawabnya belum cukup. Kalau sudah cukup pastilah seluruh penduduk bumi beragama Islam dan menyatakannya sebagai agama yang benar. Inilah pentingnya menjaga pedoman bermasyarakat dan berbangsa untuk memajukan mengayomi dan memajukan berbagai perbedaan keyakinan dan tujuan. Akankah Pancasila sakti terus, jawabnya adalah tergantung keinginan masyarakat dan bangsa Indonesia mau dibawa kemana selajutnya Dia (Pancasila). Pancasila yang sudah menjadi saksi sejarah sepanjang masa hingga detik ini.
Semoga bangsa ini tetap jaya sepanjang jaman, menjadi bangsa besar yang bisa mengenang jasa-jasa para pahlawan. Baldatun thoyibatun wa robbun ghofur semoga akan selalu tercapai yang terjaga dengan baik.
Allahumma salli'ala Sayidina Muhammadin 
Salatan tunjina biha min jami’i’l  ahwaali wa’l afaat
Wa taqdi lana biha min jami’i’ l haajaat
Wa tutah-hiruna biha min jami’i’- s -saiyaat,
Wa tarfa’una biha indaka ‘ala darrajaat
Wa tuballighuna biha aqsa’l ghayaati min jami’i’l khayraati fi’l hayaati wa ba’ada’l mamaat

Wallahu'alam Bishowwab
Penulis
Chie Zhoen

Jika menurut sobat artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

0 komentar:

Beri Komentar

 
back to top